Kamis, 31 Juli 2014

Aku bisa mencintaimu

Aku bisa mencintaimu karena sering bertatap muka, bertegur sapa, atau bercanda ria denganmu. Namun tidak bisa kulakukan. Aku jauh dari mu. Jauh seperti jarak bekasi-surabaya. Namun sesekali aku berusaha bertemu dengan mu, walau hanya untuk membawa bingkisan kecil, melihat senyum mu atau melihatmu dalam sholat dan tilawahmu.

Aku bisa mencintaimu dengan mendengarkan cerita hari hari mu di telepon. Tapi tidak bisa kulakukan. Kau tidak menerima telponku. Walau baru kali pertama ini aku ingin bicara pada mu. Aku pahami itu. Kau dan aku tau itu tidak baik untuk saat ini.

Aku bisa mencintaimu dengan berkomunikasi denganmu melalui sms, whatsapp, line, ataupun media sosial lainnya. Tapi tidak bisa kulakukan. Jarak ini terasa begitu jauh untuk dengan teknologi canggih saat ini.

Aku bisa memencintaimu dengan membaca tulisan2 mu di blog. Mencari tau apa yg ada di pikiranmu atau cerita perjalanan hidupmu. Tapi tidak bisa kulakukan. Tulisan itu seakan lenyap ditelan private view. Hanya kau yg dapat membaca nya.

Lalu apa yang masih membuatku bertahan mencintaimu?
Tidak ada yg bisa kulakukan untuk mu.

Aku bisa mencintaimu dalam setiap doaku, dalam setiap sholatku dan dalam keyakinanku.

Selasa, 24 Juni 2014

Aneh, di luar logika, tapi ini sungguh terjadi

Di dunia ini, banyak orang mencintai seseorang yang bahkan bicara dengannya langsung lebih dari 5 menitsaja pun belum pernah.Mungkin itu termasuk kalian, bukan? Diam-diam memendam perasaan. Tapi tidak mengapa. Jaga kehormatandiri dan perasaan. Bersabarlah. Menunggu sambil terus memperbaiki diri. Besok lusa, jika tiba waktunya, benar caranya, dan berjodoh, kalian bisa menghabiskan 50 tahun bersamanya.
Tere Liye

Selasa, 29 April 2014

9 Hal yang Harusnya Mulai Dilakukan di Usia 20 Tahunan

Usia 20 Tahunan memang masa paling monumental dalam kehidupan kita. Seperti yang sebelumnya telah kita bahas dalam “7 Kesalahan yang Harusnya Tidak Dilakukan di Usia 20 Tahunan” dan “Menemukan Sejatinya Diri Kita di Usia 20 Tahunan”. Kali ini kita akan membahas apa saja yang mungkin bisa kita mulai untuk membuat Usia 20 tahunan kita sebagai masa yang monumental dan berpengaruh positif pada masa depan kita jauh kedepan.
1. Mulai Berdiri dengan Kaki Sendiri
Usia 20 tahunan adalah masa transisi yang cukup berat dalam zona kehidupan kita. Perpindahan masa dari era sekolahan ke dalam era karir menuntut kita untuk cepat beradaptasi dengan berbagai hal baru, salah satunya adalah kemandirian. Sudah bukan jamannya lagi bagi kita untuk terus-menerus meminta uang jajan dari orang tua. Berusahalah untuk hidup secara mandiri. Mulailah bekerja untuk membiasakan diri anda hidup dengan tidak bergantung pada orang lain. Meskipun penghasilan mungkin belum seberapa, toh itu adalah hasil kerja keras kita sendiri.
“Real man use three pedals??? No! Ral Man pakai mobil yang dia beli dengan keringatnya sendiri.” – Bagus Berlian
2. Let’s Get Lost
Lakukanlah perjalanan ke tempat-tempat yang baru, lihatlah dunia dengan lebih luas, pelajari kebudayaan orang lokal dan cobalah berinteraksi dengan bahasa mereka, hal ini akan membawa akan pemahaman baru betapa beragamnya dunia ini. Seperti kata banyak para penjelajah dunia, traveling adalah sebuah proses pendewasaan untuk melihat dunia yang lebih berwarna. Kemungkinan tersesat pasti ada, tapi kalau anda tidak pernah tersesat, akankah anda menemukan jalan yang baru?
Ingat bagaimana dulu Christopher Columbus menemukan benua Amerika? Awalnya dia mencoba hal baru dengan menempuh jalur barat untuk menuju India dan akhirnya malah sampai di sebuah dunia baru yang bernama Amerika. Ketika dia kembali dan diolok-olok oleh para penjelah lainnya kala itu, Christopher Columbus berkata, “Hanya orang malas saja yang tidak bergerak, orang-orang ini hanya pintar bicara saja tanpa pernah berbuat. Tetapi kalau Anda bergerak kemungkinan tersasar pasti ada. Tetapi kalau Anda tak mau kesasar, Anda tak akan pernah menemukan dunia baru.”
“The world is a book and those who do not travel read only one page.” – Augustine of Hippo

3.Merantau
Jika traveling hanya sekedar mengunjungi, merantau artinya menetap di sebuah tempat baru pada jangka waktu yang cukup lama. Entah itu satu tahun ataupun lebih.
Hidup di sebuah tempat yang baru akan mengajarkan banyak hal, utamanya soal survival. Bergaulah dengan orang setempat, kunjungi landmark kota yang unik dan kenalkanlah budaya anda kepada mereka. Dengan begini anda akan belajar untuk menjadi duta budaya anda untuk warga setempat. Selain itu, merantau juga akan mengajarkan anda untuk memulai sebuah kehidupan baru dengan banyak orang baru di dalamnya.
4. Sekali Seumur Hidup, Cobalah Menjadi Minoritas
Dalam sebuah tulisan saya sebelumnya yang berjudul “Cobalah Menjadi Minoritas Walaupun Sekali Seumur Hidup” saya pernah memaparkan bahwa tujuan untuk menjadi minoritas sekali seumur hidup bukanlah untuk ikut-ikutan menjadi seperti golongan tertentu, tapi hal ini lebih bertujuan agar kita bisa hidup untuk saling menghargai sebagai sebuah bangsa yang beragam. Banyak sekali persepsi-persepsi tidak benar di antara kita yang telah mengakar dan mestinya harus dicabut karena kenyataannya memang tidak demikian. Sekali seumur hidup, cobalah keluar dari zona nyaman anda dan cobalah untuk bergaul dengan orang yang berbada baik secara agama, suku, ras ataupun adat-istiadat. Sekali lagi bukan untuk ikut-ikutan menjadi golongan tertentu, tetapi lebih agar kita dapat saling hidup dalam suasana yang toleran dan harmonis.
“Victoria Concordia Cresit – Victory comes from harmony” – Arsenal FC’s Motto.
5. Berhenti Memendam Rasa, Ungkapkanlah Segera
Jika anda masih pernah memendam rasa pada seseorang di masa lalu yang masih tertahan hingga hari ini, segera saja hentikan omong kosong ini. Memikirkannya dari jauh tidak akan membuatnya mengerti betapa tulusnya perasaan ini. Mendoakannya dari jauh tidak akan pernah membuatnya paham betapa sucinya cinta ini. Yang dibutuhkan hanyalah keberanian untuk mengungkapkan 3 buah kata “I Love You”, agar apa yang selama ini diduga-duga dalam hati terjawab sudah.
Jika jawaban yang didapat adalah “Iya”, artinya anda berpeluang untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius kedepannya nanti. Jika jawaban yang didapat adalah “Tidak”, artinya anda berkesempatan untuk segera move on dan menemukan the right one yang mungkin selama ini juga mencari anda entah di belahan bumi bagian mana.
6. Tetapkan Passion Anda dan Investasikan 10.000 Jam Disana
Sebagai seorang anak muda yang ingin terus berkembang, beberapa pertanyaan sering mampir di dalam pikiran kita adalah “sebenarnya apa sih bakat saya?” atau “sebenarnya passion saya dimana?”. Gairah untuk menemukan talenta ini sering kali muncul dan acap kali membuat anak muda seperti kita “galau”. Beberapa dari kita ada yang berkonsultasi dengan para psikolog, ada juga yang melakukan test bakat ini-itu atau bahkan mungkin juga ada yang lari ke dukun.
Jika anda pernah membaca analisa bagaimana talenta lahir, anda akan tahu bahwa dibutuhkan jam terbang setidaknya 10.000 jam agar anda mahir di dalam suatu bidang. Hal ini bisa dilihat dari 10.000 jam yang dihabiskan oleh The Beatles manggung di Hamburg dan juga Mozart bermain piano sejak kecil. Segera tetapkan passion anda dan investasikan 10.000 jam disana, karena mungkin passion selama ini bukan untuk dicari, tapi untuk ditetapkan.
“Every Artist was first an amateur” – Ralp Waldo Emerson
7. Mulailah Berkarya dan Buat Publik Menikmatinya
Karya adalah cara dari banyak talenta berbakat untuk berkomunikasi dengan dunia. Jika anda telah berani menginvestasikan 10.000 jam anda untuk menjadi seorang ahli, segeralah ciptakan karya yang mampu memberikan pengaruh kepada orang sekitar anda. Karena dengan sebuah karya, kelak orang akan mengenang bahwa anda pernah lahir di dunia.
“Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang. Manusia mati meninggalkan nama? Bukan! Manusia mati meninggalkan karya!” – Bagus Berlian
8. Bergabung dengan Sebuah Komunitas
Sesudah anda lulus dari bangku kuliah dan mulai berkarir, anda akan merasakan bagaimana teman dekat anda “menghilang” satu-persatu. Dari yang awalnya susah nyocokin jadwal untuk sekedar ketemuan hingga benar-benar menghilang di dalam kesibukannya masing-masing. Bergabung dangan sebuah komunitas tertentu dapat membantu anda untuk mendapatkan teman baru dengan banyak minat dan visi yang sama. Selain itu, bergabung dengan sebuah komunitas tertentu dapat membantu anda untuk membangun networking yang bisa jadi berguna untuk kehidupan anda kedepan nantinya.
9. Berterima Kasih Kepada Orang Tua Karena Telah Membesarkan Kita dengan Sangat Baik
Sadar atau tidak, di dalam perjalanan yang sejauh ini tertempa, orang tua kita memiliki peran yang signifikan dalam membawa kita pada jenjang yang seperti sekarang ini. Walaupun anda mungkin sekarang sudah tidak tinggal dalam satu kota ataupun satu atap lagi, ada baiknya anda masih tetap menelponnya untuk sekedar menanya kabar atau sesekali menjenguk untuk sekedar membawa oleh-oleh. Sikap seperti ini juga untuk memastikan bahwa selama ini mereka tidak melahirkan orang yang salah.
Mulailah membuat keputusan-keputusan yang tepat di usia 20 tahunan anda. Karena di masa yang akan datang, anda akan lebih menyesali hal-hal yang tidak pernah anda lakukan, dari pada hal-hal yang telah anda lakukan.

“Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.” – Mark Twain

sumber: http://bagusberlian.com/9-hal-yang-harusnya-mulai-dilakukan-di-usia-20-tahunan/

Sabtu, 01 Maret 2014

Coba kesana

Jika ada anak2 yang malas sekolah, coba bawa mereka kesana. Ke daerah terpencil itu.
Pagi2 sekali anak2 di sana berangkat sekolah, jalan kaki, jauh dari rumah, melewati jalan yang becek dan blok nya ampun ampunan.
Tapi raut muka mereka riang. Meskipun ketika sampai, belum tentu ada guru yang datang..

Coba kesana

Jika ada anak2 yang malas sekolah, coba bawa mereka kesana. Ke daerah terpencil itu.
Pagi2 sekali anak2 di sana berangkat sekolah, jalan kaki, jauh dari rumah, melewati jalan yang becek dan blok nya ampun ampunan.
Tapi raut muka mereka riang. Meskipun ketika sampai, belum tentu ada guru yang datang..

Rabu, 12 Februari 2014

5 menit untuk 50 tahun

Di dunia ini, banyak orang mencintai seseorang yang bahkan bicara dengannya langsung lebih dari 5 menit saja pun belum pernah.
Itulah kenapa urusan perasaan itu disebut 'gila'.
Mungkin itu termasuk kalian, bukan? Diam-diam memendam perasaan. Tapi tidak mengapa. Bersabarlah. Menunggu. Besok lusa, jika tiba waktunya, benar caranya, dan berjodoh, kalian bisa menghabiskan 50 tahun bersamanya.

-Darwis Tere Liye-

Minggu, 09 Februari 2014

Bukan Senam Ya Iyalah

 
 
Seperti biasa, hari minggu pagi setiap dua minggu sekali di tempat saya bekerja akan selalu ada acara Safety Talk. Semua karyawan baik permanen maupun kontraktor wajib ikut. Kegiatan Safety Talk tidak hanya membahas isu safety di lingkungan pekerjaan saja, tapi juga kesehatan, makanan, perkenalan new comer, kelistrikan, transportasi, management message, sampai standup komedi pun ada. Tergantung planning acaranya.
 
Nah, hari minggu ini 9 Februari 2014. Safety Talk membahas beberapa point, yaitu:
1. Pre-work Stretching
2. Perkenalan New Comer
3. Ethics
4. Fire Alarm
5. Standup Comedy
6. Management message
7. Reward STOP card terbaik
 
Oke, untuk acara pertama yaitu pre-work stretching. Sebenarnya materi ini sudah disampaikan oleh Mas Wira Nugraha (Suban Instrument Techinician) pada hari sabtu di Toolbox Meeting I/E Maintenance. Tapi karena menurut Pak Amin Ahmadi (Supervisor I/E Maintenance) materinya bagus, maka materi ini disampaikan lagi untuk seluruh karyawan yang ada di Site. Pre-work Strectching ini diambil senam yang bernama Radio Taisho. Seperti apa gerakannya? Mari kita lihat video dibawah ini:
 
 
 
Senam Radio Taisho merupakan senam yang biasa masyarakat jepang lakukan setiap pagi sebelum memulai aktivitasnya. Mulai dari anak sekolah, pekerja di pabrik, kantor, bahkan di perusahaan Jepang yang ada di luar negaranya juga melakukan senam ini. Ada yang mengatakan bahwa senam ini juga adalah senam kebahagiaan (katanya..haha). Selain itu, juga untuk menambah semangat dan rasa kebersamaan di lingkungan kerja.
 
Karena gerakannya relatih mudah dan waktu yang diperlukan hanya 3 menit. Maka Pak Amin merencanakan setiap hari saat Toolbox Meeting I/E Maintenance kita semua senam dulu. Supaya kita makin semangat, sehat dan akrab.
:D