Aku bisa mencintaimu karena sering bertatap muka, bertegur sapa, atau bercanda ria denganmu. Namun tidak bisa kulakukan. Aku jauh dari mu. Jauh seperti jarak bekasi-surabaya. Namun sesekali aku berusaha bertemu dengan mu, walau hanya untuk membawa bingkisan kecil, melihat senyum mu atau melihatmu dalam sholat dan tilawahmu.
Aku bisa mencintaimu dengan mendengarkan cerita hari hari mu di telepon. Tapi tidak bisa kulakukan. Kau tidak menerima telponku. Walau baru kali pertama ini aku ingin bicara pada mu. Aku pahami itu. Kau dan aku tau itu tidak baik untuk saat ini.
Aku bisa mencintaimu dengan berkomunikasi denganmu melalui sms, whatsapp, line, ataupun media sosial lainnya. Tapi tidak bisa kulakukan. Jarak ini terasa begitu jauh untuk dengan teknologi canggih saat ini.
Aku bisa memencintaimu dengan membaca tulisan2 mu di blog. Mencari tau apa yg ada di pikiranmu atau cerita perjalanan hidupmu. Tapi tidak bisa kulakukan. Tulisan itu seakan lenyap ditelan private view. Hanya kau yg dapat membaca nya.
Lalu apa yang masih membuatku bertahan mencintaimu?
Tidak ada yg bisa kulakukan untuk mu.
Aku bisa mencintaimu dalam setiap doaku, dalam setiap sholatku dan dalam keyakinanku.