Waktu terus berjalan. Semua terjadi, semua berubah. Tak ada yang bisa menghentikan waktu kecuali Sang Penguasa Waktu. Jam dinding, jam tangan, jam weker terus berputar (selama baterainya belum habis). Itulah indikator waktu. Tapi ketika indikator waktu itu tidak pernah ditemukan oleh sang peneliti, darimana kita tahu bahwa waktu terus berjalan?
Mungkin kita berpikir, pergantian pagi menjadi siang, siang menjadi sore, sore menjadi malam, malam menjadi pagi dan begitu seterusnya berulang kembali. Tapi bagaimana apabila perputaran waktu itu terus terjadi hanya seperti perputaran baling-baling pada porosnya akibat energi kinetik angin, perputaran kincir air akibat energi potensial air, perputaran jarum jam pada tempatnya akibat energi listrik di mesinnya? Kita hanya bisa menjawab, waktu terus berputar, bukan berjalan..
Sekarang lihatlah, tak perlu jauh-jauh melihat. Lihatlah dirimu sendiri. Di cermin. Waktu telah mengantarkanmu menuju dirimu yang sekarang. Dari yang hanya sebuah sel sperma. Lalu bertemu kekasihnya, sel ovum. Jadilah dirimu yang amat mungil, ketika kau lahir dirimu menangis, orangtuamu tersenyum. Mereka mengajarkanmu untuk tetap "hidup", tumbuh dan berkembang sebagaimana sifat makhluk hidup lainnya. Begitupula dengan mereka. Orangtua kita. Mereka juga berubah seiring berjalannya waktu. Memutihnya rambut, menuanya wajah, mengaburnya penglihatan. Itu juga berubah. Seiring berjalannya waktu.
Waktu Terus Berjalan, seperti roda pada sepeda, roda pada mobil, roda pada kereta. Waktu terus menemani dan mengantarkan kita ke suatu tujuan. Seperti sepeda, mobil, dan kereta yang berjalan menuju suatu tempat. Sebuah roda yang menggelinding, yang menggabungkan gerak rotasi dan gerak translasi. Sebuah roda yang terkadang bisa di atas, bisa dibawah karena berputar. Sebuah roda yang akan berubah posisinya dari suatu tempat ke tempat lain. Sampai suatu saat nanti ia akan berhenti, di suatu tempat, di suatu waktu. Setelah itu tidak akan ada lagi waktu, karena semuanya akan kekal abadi selama-lamanya. Bisa kah kau membayangkan berapa lama "selama-lamanya" itu?
Waktu terus berjalan, seperti roda. Semua terjadi, semua berubah.
*FAA

Karena waktu terus berjalan dan semua berubah makanya kita harus selalu berikan yang terbaik disetiap harinya cause time can't go back
BalasHapusYup..bener Bu Rhani.. thanks comment nya
BalasHapus